Friday, 1 June 2012

Model Pendidikan Islam Berbasis Pluralisme

Model Pendidikan dapat dipahami sebagai landasan yang digunakan pendidik untuk membimbing peserta didiknya kearah tujuan yang diinginkan melalui akumulasi sejumlah pengetahuan, ketrampilan dan sikap mental. disini model pendidikan sangatlah penting dalam rangka mewujudkan tujuan pendidikan, termasuk tujuan pendidikan pluralisme. karena model pendidikan akan mempengaruhi proses dan strategi pendidikan.

Perencanaan model pendidikan meliputi pemilihan mata pelajaran yang akan disajikan kemudian dirumuskan mengenai tujuan instruksional yang akan dicapai dengan mata pelajaran tersebut. sumber-sumber apa yang diperlukan dan rencana evaluasi dari mata pelajaran esuai dengan perkembangan peserta didik.

Menurut Hamid Hasan, demi terealisasinya tujuan Model Pendidikan pluralisme menyarankan ada empat hal yang harus diperhatikan guru dalam mengembangkan model pendidikan sebagai proses yaitu:
1. posisi siswa sebagai subyek dalam belajar.
2. cara belajar siswa yang ditentukan oleh latar belakang budayanya
3. Lingkungan budaya mayoritas masyarakat dan pribadi siswa adalah entry behaviour kultur siswa
4. Lingkungan budaya siswa adalah sumber belajar

Adapun pendapat lain mengenai garis-garis yang dapat dijadikan pedomanan atau guidelines dalam model pendidikan berbasis pluralisme. syeikh Abdul Mahbub menyebutkan ada beberapa hal yang perlu diperhatikan, yaitu :
1. Penyusunan model pendidikan harus di dasarkan pada keimanan pada Tuhan yang maha kuasa. norma-norma atau nilai-nilai absolut yang diambil dari agama-agama besar didunia dan hubungan integral antara Tuhan, Manusia dan Alam.
2. Karena Ilmu pengetahuan datang dari tuhan, maka manusia tidak dapat disebutkan sebagai pembuat ilmu pengetahuan ( The creator of Knowledge ). akan tetapi, disebabkan manusia dapat dengan mudahnya menemukan aspek-aspek yang terkandung dalam dunia ini. Maka, nilai-nilai kemanusiaan dapat dijadikan sebagai inspirasi untuk menyeleksi, menginvestigasi, menerima, dan menikmati adanya sebuah kebenaran.
3. peserta didik diharuskan mengetahui hieraki antara ilmu pengetahuan dan sumber nilai. Ilmu pengetahuan diperoleh melalui sebuah pengalaman yang harus tunduk terhadap pengetahuan rasional, dan pengetahuan rasional harus tunduk terhadap norma-norma agama yang datang dari tuhan.
4. Keimanan dan nilai-nilai, harus diakui sebagai dasar kebudayaan manusia. oleh sebab itu, keduanya tidak boleh dipisahkan dalamproses belajar mengajar.ilmu pengetahuan tidak harus ditunjukkan sebagai suatu yang bertentangan dengan agama. dengan demikian, dalam pendidikan harus digunakan untuk mendorong value atau nilai-nilai yang baik.
5. manusia tidak dapat mengetahui kebenaran absolut, tetapi suatu kebenaran dapat direalisasikan pada level yang berbeda-beda melalui perasaan, pemikiran, intuisi dan intelektual. keempat bentuk ini harus bekerja secara harmoni dan terintegrasi kedalam sebuah sistem pendidikan yang komprehensif.
6. peserta didik harus didorong untuk mengetahui prinsip-prinsip unity dan menyadari adanya dasar-dasar kemana yang menembus dunia biologis dan psikis. ini sebuiah refleksi terhadap sebuah kesatuan prinsip-prinsip penciptaan dunia. dunia adalah sebuah sistem yang mempersatukan ( The universe in a unified system ) dan terdapat suatu hubungan integral diantara bagian-bagian yang berbeda.

Agar maksud dan tujuan pendidikan pluralisme dapat tercapai model pendidikannya harus di desain sedemikian rupa dan favourable untuk semua tingkatan jenjang pendidikan. Meski demikian, pada level sekolah dasar dan menengah adalah paling penting. sebab pada tingkatan ini, sikap dan perilaku peserta didik masih siap dibentuk. dan perlu diketahui, suatu model pendidikan tidak dapat diimplementasikan tanpa adanya keterlibatan, pembuatan dan kerja sama secara langsung antara para pembuat model pendidikan dan  guru.

Ditulis Oleh : mas agus // 21:19
Kategori:

0 comments:

Post a Comment

 

Google+ Badge

free counters

JOIN BLOG INI

KLIK TOMBOL SUKA