Tuesday, 7 February 2012

BELAJAR DARI GULA


Cerita ini sebelumnya  di ceritakan oleh dosen ketika saya mendapatkan kuliah filsafat ilmu di sebuah kampus swasta di Jepara. Ceritanya seperti ini.
Suatu ketika ada seorang ibu yang bingung karena anaknya mempunyai kebiasaan yang sangat menghawatirkan, Ibu tersebut bernama Bu Rina. Ibu Rina mempunyai anak bernama Rio yang punya Kebiasaan  makan gula, jadi setiap hari anak ibu tersebut makan gula dan tidak mau makan nasi. Karena kebingungan ibu tersebut bertanya kepada seorang tokoh agama tentang kebiasaan buruk anaknya dan memohon diberi masukan supaya anak tersebut dapat normal kembali, setelah berkonsultasi kemudian ibu Rina diberi air putih oleh tokoh agama tersebut untuk diminumkan kepada Rio. Setelah sampai rumah dan meminumkan air putih tersebut kepada Rio ternyata hasilnya sama saja tidak ada perubahan. Karena merasa tak ada perubahan ibu Rina membawa Rio ke Paranormal, dan ternyata hasilnya juga sama. Setelah berminggu-minggu tidak ada hasil, ibu Rina pun merasa putus asa. Sampai suatu ketika, saat ibu Rina pergi ke pasar, beliau melihat sebuah tulisan bertuliskan “dokter anak “. Dengan maksud iseng ibu rina pun masuk ke rumah dokter tersebut dan berkonsultasi pada dokter tersebut.

“Assalamualaikum”, salam ibu Rina sambil mengetuk pintu.
“Walaikum salam, silahkan bu”, terdengar jawaban dari dokter  sambil mempersilahkan masuk.
Kemudian bu rina duduk dan berkonsultasi dengan dokter tersebut, “ begini pak dokter, anak saya Rio punya kebiasaan buruk makan gula, kira-kira bisa diobati atau tidak pak?”
Dokter pun menjawab, “ segala penyakit pasti bisa diobati bu, begini seminggu lagi ibu bawa anak ibu kesini Insya Allah bisa sembuh”
“ Maksudnya gimana dok?” Tanya bu rina bingung
“tidak usah bingung bu, dicoba saja” pak dokter mencoba menjelaskan.
“ya sudah kalau begitu pak, seminggu lagi saya dan anak saya akan kesini” jawab bu rina
Setelah seminggu, bu rina dan rio pun kembali ke rumah dokter tersebut dan bertanya lagi kepada dokter,” bagaimana dok, ini anak saya Rio “. “oh.. ini yang namanya Rio, mari masuk “ sapa dokter sambil mengajak rio masuk ke kamar. Setelah sekitar 5 menit ibu rina menunggu akhirnya dengan wajah tersenyum rio dan pak dokter keluar dari kamar. “ini bu ,rio sudah sembuh” kata pak dokter sambil tersenyum.
Setelah sampai rumah ibu rina senang dengan perubahan anaknya yang drastis karena sudah mau makan nasi dan tidak makan gula lagi. Tapi, Di dalam hati bu rina bertanya-tanya, apa yang dilakukan atau obat apa yang diberikan dokter itu sehingga ampuh sekali menyembuhkan kebiasaan buruk anaknya. Karena penasaran bu rina menyempatkan datang lagi ke rumah pak dokter tesebut dan bertanya, “ dok, saya mau Tanya, apa yang anda lakukan kepada anak saya? Kok bisa berubah begitu?”. Dokter pun menjawab “ saya hanya bilang pada rio supaya tidak makan gula lagi” . “kok bisa dok??” Tanya bu rina dengan wajah bingung. Kemudian pak dokter menjelaskan “ begini bu, sebenarnya selama 1 minggu ini saya puasa tidak makan gula. Dan kemarin saya hanya bilang kepada rio untuk tidak makan gula lagi. Dan bu rina juga bisa lihat hasilnya kan”…
Ya.. begitulah, dari cerita tersebut kita dapat mengambil pelajaran bahwa seseorang akan lebih mudah dipercaya nasihat atau perkataannya apabila orang tersebut melakukan atau mengerjakan suatu nasihat yang diberikan. Sebaliknya, apabila ada orang menasihati orang lain tapi orang tersebut tidak bisa melaksanakan sendiri apa yang dikatakan, tentu akan sulit diterima oleh orang lain. Jadi, sebelum kita mengoreksi orang lain koreksilah diri kita sendiri.

Ditulis Oleh : mas agus // 15:44
Kategori:

0 comments:

Post a Comment

 

Google+ Badge

free counters

JOIN BLOG INI

KLIK TOMBOL SUKA